Background pattern
Edukasi & Tips Pelabelan

Aturan Label Pangan BPOM: Info Wajib & Ukuran 2D Barcode

HomeBlogAturan Label Pangan BPOM: Info Wajib & Ukuran 2D Barcode
Kembali Ke Blog
Aturan Label Pangan BPOM: Info Wajib & Ukuran 2D BarcodeEdukasi
14 September 2026Admin Hestama

Regulasi menentukan apa yang wajib tercetak di label pangan, tapi tidak ada yang memberi tahu apakah label Anda sanggup memuatnya. Ini sisi teknis cetaknya.

Apa Saja yang Wajib Ada di Label Pangan Olahan?

Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 mewajibkan label pangan olahan memuat nama produk, daftar bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, kode produksi, informasi nilai gizi, serta peringatan alergen bila ada. Seluruhnya wajib berbahasa Indonesia. Ditambah satu ketentuan yang sering luput: 2D barcode.

Daftar itu mudah ditemukan di mana-mana. Yang jarang dibahas adalah pertanyaan berikutnya — apakah label Anda secara fisik sanggup memuat semuanya dan tetap terbaca setelah dicetak.

Berapa Ukuran Minimum 2D Barcode Menurut BPOM?

Peraturan BPOM Nomor 33 Tahun 2018 tentang penerapan 2D barcode menetapkan bentuk persegi dengan ukuran paling kecil 0,6 x 0,6 cm. Kode ini memuat nomor izin edar beserta masa berlakunya, dan dipindai konsumen lewat aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi bahwa produk benar-benar terdaftar.

Enam milimeter terdengar sederhana di layar desain. Di mesin cetak, ukuran itu berada tepat di batas kemampuan printer standar — dan apakah lolos atau gagal bergantung pada berapa banyak data yang dimuat kodenya.

Kenapa 2D Barcode 6mm Sulit Dicetak Printer Biasa?

Karena jumlah kotak kecil (modul) di dalam QR Code bertambah seiring banyaknya data yang disimpan, sementara ukuran totalnya tetap 6mm. Semakin banyak modul, semakin tipis tiap modul — dan pada titik tertentu modulnya menjadi lebih tipis daripada satu titik printer.

Printer thermal 203 dpi menghasilkan satu titik selebar 0,125mm; printer 300 dpi menghasilkan 0,085mm. Aturan praktisnya, satu modul harus terbentuk dari minimal 2 titik agar tercetak utuh. Terapkan pada kode 6mm:

  • QR versi 1 (21x21 modul): tiap modul 0,286mm = 2,3 titik di 203 dpi. Masih aman, meski pas-pasan
  • QR versi 3 (29x29 modul): tiap modul 0,207mm = 1,7 titik di 203 dpi. Gagal — perlu naik ke 300 dpi
  • QR versi 4 (33x33 modul): tiap modul 0,182mm = 1,5 titik di 203 dpi. Gagal, dan di 300 dpi pun hanya 2,1 titik
  • Konsekuensi praktisnya: semakin panjang data yang Anda masukkan ke dalam QR, semakin tinggi resolusi printer yang dibutuhkan untuk mencetaknya di ukuran minimum BPOM. Kalau printer Anda 203 dpi, pertahankan isi kodenya seringkas mungkin, atau cetak kodenya lebih besar dari batas minimum.

    Jangan Lupa Ruang Kosong di Sekeliling Kode

    QR Code membutuhkan area kosong selebar 4 modul di keempat sisinya agar pemindai bisa mengenali batas kode. Untuk QR versi 1 berukuran 6mm, area kosong itu menambah sekitar 2,3mm — sehingga ruang yang benar-benar harus disediakan di desain mendekati 8,3mm, bukan 6mm.

    Kesalahan yang paling sering kami temui pada file desain label pangan adalah menempatkan teks komposisi atau garis border tepat menempel di tepi QR Code. Secara ukuran kodenya sudah memenuhi ketentuan, tetapi pemindai tetap gagal membacanya.

    Bagaimana Memastikan Teks Wajib Tetap Terbaca?

    Informasi wajib harus terbaca dengan mata telanjang, bukan hanya secara teknis tercetak. Patokan praktis di produksi: jangan turun di bawah ukuran huruf 6 sampai 7pt untuk teks legal, dan beri jarak minimal 2mm dari garis potong agar tidak terpangkas pisau die-cut.

    Perhatikan juga letaknya. Teks yang jatuh di area lipatan kemasan, di bawah tumpang tindih perekat, atau di lengkung tersempit botol akan sulit dibaca meski ukurannya memenuhi syarat. Pada kemasan kecil, memindahkan informasi wajib ke panel belakang biasanya lebih aman daripada memaksakan semuanya di panel depan.

    Apakah Tanggal Kedaluwarsa Anda Bertahan Sampai Tanggal Itu?

    Ini pertanyaan yang jarang diajukan, padahal penting. Tanggal kedaluwarsa dan kode produksi biasanya dicetak belakangan di lini pengemasan, sering memakai printer thermal langsung di atas label. Kalau memakai metode direct thermal, cetakan itu peka panas dan dapat memudar dalam hitungan bulan bila produk disimpan di gudang bersuhu tinggi atau terkena sinar matahari.

    Untuk produk berumur simpan panjang, gunakan thermal transfer dengan ribbon, atau bahan direct thermal ber-topcoat. Label yang tanggal kedaluwarsanya tidak terbaca lagi sama saja dengan label yang tidak mencantumkannya.

    Siapkan Sebelum Pisau Potong Dibuat

    Menambahkan informasi wajib setelah ukuran label ditetapkan hampir selalu berakhir dengan teks yang terlalu kecil atau QR Code yang mepet tepi. Urutannya sebaiknya dibalik: susun dulu seluruh informasi wajib beserta 2D barcode dan ruang kosongnya, baru tentukan dimensi label yang sanggup memuatnya.

    Tim pracetak kami mengecek tiga hal pada setiap file label pangan yang masuk: kecukupan ukuran dan ruang kosong 2D barcode terhadap resolusi cetak, keterbacaan teks wajib pada ukuran cetak sebenarnya, serta kesesuaian bahan dengan umur simpan produk. Untuk kebutuhan cetak label barcode dan QR Code, pengecekan ini kami lakukan sebelum produksi dimulai.

    Kirimkan desain label dan spesifikasi produk Anda, kami bantu periksa kesiapannya beserta sampel fisik untuk diuji pindai dengan aplikasi BPOM Mobile. Sebagai percetakan label tangan pertama, konsultasi ini tidak dikenakan biaya.

    Pattern

    Punya Pertanyaan Seputar Topik Ini?

    Tim technical consultant kami siap menjawab pertanyaan Anda mengenai jenis bahan, ukuran printer, ribbon, dan perekat stiker label yang tepat.

    Konsultasi WhatsApp

    Rekomendasi Edukasi Lainnya

    Ukuran Barcode Minimal Agar Terbaca ScannerEdukasi

    Ukuran Barcode Minimal Agar Terbaca Scanner

    Ukuran barcode minimal bukan satu angka tunggal. Batasnya ditentukan magnifikasi simbologi dan resolusi printer yang mencetaknya. Ini hitungan lengkapnya.

    5 Tips Merawat Printer Barcode Thermal Agar Printhead AwetTips & Panduan

    5 Tips Merawat Printer Barcode Thermal Agar Printhead Awet

    Pelajari cara membersihkan printhead printer thermal secara berkala menggunakan alkohol isopropyl. Cegah goresan dan kotoran agar hasil scan barcode resi tetap terbaca sempurna.

    Perbedaan Ribbon Wax, Wax-Resin, dan Full Resin untuk Cetak LabelEdukasi

    Perbedaan Ribbon Wax, Wax-Resin, dan Full Resin untuk Cetak Label

    Jangan salah pilih ribbon! Temukan kombinasi tepat antara jenis stiker semi-coated atau yupo dengan ribbon wax/resin agar cetakan tidak luntur dan tahan gesekan.

    WhatsApp Kami